RWA BHINEDA - PERADABAN MANUSIA - SAPUT POLENG

Pemahaman manusia akan hakekat hidupnya.

Ajaran rwa bhineda merupakan ajaran yang dikenal dalam kalangan Manusia Hindu, konsepnya sangat sederhana, sering orang menyebutnya ajaran ilmu putih dan ilmu hitam. Namun demikian dalam kehidupan manusia memiliki makna yang sangat luas dan universal yang digunakan oleh semua umat manusia untuk menjaga keharmonisan alam semesata, begitu juga dalam mencapai kesejahtraan, kebahagiaan, dan kedamaian hidup umat manusia dimuka bumi, bahkan akan dibawanya ke dunia akhirat yang disebut Suba - Asuba karma, yang artinya roh manusia atau jiwatman akan diselimuti oleh perbuatan baik - tidak baik (buruk) saat masa hidupnya.

Rwa Bhineda selalu berdampingan dan hidup, tidak dapat dihindari dan tidak dapat dirubah oleh manusia, tidak lenyap oleh jaman maupun modernisasi. Rwa Bhineda akan selalu mengikuti kehidupan manusia sepanjang jaman,  selaras dengan peradaban manusia itu sendiri. Karena itu ajaran rwa bineda adalah kemampuan untuk menjaga keharmonisan dua unsur yang berbeda.


APA ITU RWA BHINEDA....


Rwa Bhineda terdiri dari dua kata yaitu Rwa dan Bhineda. Rwa artinya dua sedangkan Bhineda artinya berbeda. Dengan demikian Rwa Bhineda diartikan dua unsur yang berbeda, seperti ;

SEKALA - NISKALA

Sekala adalah dunia Nyata (konkrit), dalam dunia nyata, semua mahluk hidup yang ada dibumi hanya manusialah yang paling utama karena hanya manusialah yang diberikan BAYU, SABDA, IDEP yaitu; kemampuan berbicara, kemampuan bergerak dan kemampuan berpikir yang disebut TRI PRAMANA. Manusia dapat menciptakan karya nyata melalui ilmu pengetahuannya. Karena itu manusia kemudian bertanya, siapakah menciptakan manusia? oleh sebab itu manusia sendirilah menjawanya; melalui pikiran sucinya maka didapatlah jawaban ; yg menciptakan manusia adalah IDA SANG HYANG WIDHI WASA (Tuhan Yang Maha Esa) manusia suci inilah mendapatkan jawaban karena ada Wahyu yang  bersifat NISKALA (abstrak) Karena itu sekala dan niskala tidak bisa dilepaskan, dua unsur berbeda namun selalu berdampingan menjadikan manusia seutuhnya. Manusia hindu menyatukan sekala dan niskala melalui TAPA (pengekangan diri mendalami ilmu pengetahuan)



JIWA - RAGA

 Jiwa adalah roh atau jiwatman, sedangkan Raga adalah badan kasar manusia. Sehingga bersatunya raga dan jiwa inilah maka manusia bisa hidup dan berkembang, melalui olah raga dan olah jiwa, manusia akan memiliki raga yang kuat dan jiwa yang sehat Manusia hindu melatih jiwa raga melalui YOGA untuk mendukung kehindupan yang lebih baik.

JASMANI - ROHANI

Jasmani adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh. Tubuh memerlukan ketrampilan seperti kecepatan, kekuatan, keseimbangan, kelincahan, dan lain-lain. Meskipun manusia mendapat latihan jasmani yang sangat hebat dan kepadaian sangat tinggi, tidak akan berguna jika ROHANI tidak baik, begitu juga sebaliknya jika Jasmani tidak baik maka kebutuhan rohani seperti; memenuhi keinginan, kebahagiaan dan mencari kepuasan batin tidak akan terpenuhi. Karena itu manusia Hindu selalu menyeimbangkan  jasmani dan rohani melalui SEMEDI atau meditasi.

LAHIR - BATIN

Secara lahir manusia memiliki tubuh , terdiri atas sistem, organ-organ, jaringan-jaringan, sel-sel. Keseluruhan struktur fisik organisme manusia terdiri atas kepala, leher, batang badan, dua lengan dan dua kaki, serta memiliki panca indra ;  mata untuk penglihatan, lidah untuk perasa, kulit untuk sentuhan, telinga untuk pendengaran, dan hidung untuk penciuman, otak untuk berfikir. Yang kesemuanya itu akan dapat digerakan menurut pikiran sesuai kehendak hati. Namun pikiran dan hati cendrung mencari yang mudah dan gampang sehingga hasil gerakan kita dapat saja akan membawa derita, Dengan demikian  gerakan manusia membutuhkan kekuatan BATIN untuk mendidik moral atau budi pekerti luhur yang harus dipenuhi setiap insan manusia, guna memproleh hasil yang baik dan benar dalam kehidupan duniawi. Batin adalah perasaan hati yg paling dalam untuk dapat melakukan perbuatan dengan maksimal, begitu juga disertai mata batin yang mampu pelihat jauh kedepan. Jelaslah bahwa secara lahir,  manusia harus didukung oleh batin. karena itu manusia  memiliki visi dan misi untuk mencapai kehidupan yang sukses, yang dalam manusia hindu disebut PRANA (membuka hati dan pikiran)


MATERIAL - SPIRITUAL

Kebutuhan material adalah alat-alat yang dapat diraba, dilihat, mempunyai bentuk dalam wujud nyata, dapat dirasakan, dinikmati atau digunakan langsung. Contoh: makan nasi dapat kita rasakan kenikmatannya, minum air dapat menghilangkan dahaga dan rumah sangat nyaman untuk berlindung, begitu juga pakaian, sepeda motor, mobil dan lain-lain. Sebesar apapun kekayaan yang dimiliki, akan dapat membawa bencana atau mala petaka. Karena apa yang kita miliki bukan semata hasil jerih payah manusia namun atas karunia tuhan yang maha kuasa, yang dititpkan untuk dapat diberikan kepada manusia lainnya. Inilah yang disebut kekuatan spritual yang hidup dalam alam semesta. SPIRITUAL adalah  benda-benda tak berwujud, tidak bisa diraba, dilihat, tetapi bisa dirasakan dalam hati seperti kebahagiaan, kedamain, ketentraman dan lain-lain yang membuat suasana hati manusia menjadi senang hidup. Seperti halnya manusia hindu menjabarkan spritual ditempat suci "Pura" yang dijadikan tempat pemujaan dan menghaturkan sesembahan kepada Ida Sang  Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai rasa syukur atas karunianya yang telah memberikan material. Dengan demikian material tanpa spiritual sia-sialah harta yang dimiliki. Karnananya manusia yang spiritual tinggi adalah manusia yang selain pandai bersyukur kepada Tuhan, juga  mampu memberi atau beryadnya kepada sesama manusia dan alam sekitarnya (TRI HITA KARANA). Demikianlah  keharmonisan material dan spritual sepatutnya tetap terjaga

NEGATIF - POSITIF

Manusia Hindu mulai sejak lahir telah membawa wasana karma yaitu sisa-sisa perbuatan yang masih melekat pada masa lalunya. Karena itu kelahiran atau penjelmaan manusia berbeda-beda, dan ada kalanya cacad. Dan sejak manusia lahir sudah melekat  adanya Sad Ripu yaitu enam musuh dalam diri manusia terdiri dari ;
1.  Kama : nafsu, keinginan
2. Lobha : tamak, rakus
3. Krodha : kemarahan
4. Moha : kebingungan
5. Mada : mabuk
6. Matsarya : dengki, iri hati
Keenam hal ini mengandung unsur negatif dan positif yang harus dikendalikan sehingga menjadi energi atau kekuatan yang memberikan sinar cahaya hidup manusia.
Demikian juga dalam diri manusia memiliki tujuh kegelapan yang disebut Sapta Timira yaitu ;
1. Surupa  = rupa yang tampan atau cantik,
2. Dana     = harta benda atau kekayaan,
3. Guna     = kepandaian atau kepintaran,
4. Kulina   = keturunan atau kebangsawanan,
5. Yowana = keremajaan atau keyowanaan
6. Sura      = minuman keras atau kegelapan
7. Kasuran = keberaniaan atau kemenangan

Ketujuh uraian tersebut memiliki unsur negatif dan positif yang harus dikendalikan karena akan dapat menimbulkan kesengsaraan ataupun kesejahtraan, bisa menjadi penderitaan dan juga kebahagiaan umat manusia. Karenanya manusia hindu melaksanakan BRATA (pengendalian diri)

DEMIKIAN SETERUSNYA

Semua kata-kata yang mengandung unsur Rwa Bhineda lainnya akan memiliki makna yang saling berkaitan dan  bernilai sama yang patut disadari oleh semua umat manusia didalam mencapai kehidupan yang sejati.

Didalam peradaban manusia hindu rwa bhineda disimbulkan dengan Saput Poleng yaitu ; kain yang bermotif kotak-kotak dengan warna Hitam dan Putih.

RWA BINEDA ; Versi Dalem Keladian
Penulis I Gusti Muliadnyana.

0 Response to "RWA BHINEDA - PERADABAN MANUSIA - SAPUT POLENG"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel