Mengejar Dewa Bukan Solusi

AGAMA HINDU NUSANTARA

Perlu dipahami bahwa hindu penuh perjuangan untuk bisa diterima dan disetujui  menjadi agama di Nusantara ini. Hal ini harus benar-benar disadari oleh orang hindu khususnya di Bali. Karena muncul keanehan bahwa setelah orang Hindu Bali jadi sedikit kaya malah beralih mendalami aliran kepercayaan bukan menjalankan ajaran agama hindu yang kental dengan yadnyanya, yaitu kurban suci dengan tulus iklas tanpa pamerih, baik kepada tuhan, maupun kepada  sesama manusia lainnya demikian juga  kepada alam lingkungannya. Jarang umat Hindu Bali setelah kaya atau menjdi penguasa atau pejabat ingat dengan umat yang miskin untuk memberikan sedekah/beryadnya kepadanya. Banyak juga orang Hindu Bali setelah kaya malah mengejar-ngejar dewa. Demikian sebaliknya yg miskin juga ikut-ikutan  keluar dari agama hindu karena ketidak mampuan mengikuti tradisi.

Berharap hidup lebih baik

Karena itu umat manusia yang beragama hindu bila sudah kaya ataupun menjadi penguasa, mau memberikan yadnya kepada umatnya. Janganlah menjadi orang yang berani bicara koar-koar seolah-olah membela umat hindu, sedangkan hanyalah dijadikan alat politik demi jabatan untuk mendapatkan kekayaan semata.

MELAKSANAKAN RITUAL SEIKHLASNYA

Sadarilah banyak orang yang beragama hindu sudah miskin karena upacara ritual yang sudah tidak lagi berdasarkan kemampuannya, bahkan banyak orang hindu Bali melaksanakan ritual sampai menjual tanah warisan ataupun meminjam uang berlebihan di bank. Situasi seperti inilah dibutuhkan orang hindu Bali yang cerdas spiritual, dan bagi yang kaya dan penguasa berani menjadi pelopor untuk menyelesaikan masalah kemiskinan karena ritual yang berlebihan,

Cukuplah berkoar-koar dan mengejar-ngejar dewa, tunjukanlah karya nyata sebagai kepedulian terhadap umat dan agama hindu.

Kita sadar semua bahwa hindu di Indonesia menyembah satu tuhan yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dewa-dewa sebagai manifestasinya. Karena itu pula hindu bisa diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Agama Hindu

Janganlah baru kaya atau miskin  lupa dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan beralih memuja-muji dan mengagungkan salah satu dewa dan mengenyampingkan dewa yang lainnya. Hindu dengan kitab suci Weda, pada bagian Rg Weda terdapat 33 Dewa yang mendapat doa puja dan puji-pujian, sedangkan masih ada ribuan Dewa yang belum tersiratkan puja dan pujian.

Begitu juga orang yang beragama Hindu harus sadar bahwa hindu berkembang melalui zamannya dan yang berkembang di Nusantara adalah zaman weda yang terakhir yaitu upanisad. Weda upanisad inilah yang dijadikan landasan agama hindu nusantara, dengan demikian semoga agama Hindu di Indonesia melahirkan manusia-manusia cerdas, damai dan sejahtra semoga,,,

 Penulis : Gusti Muliadnyana

0 Response to "Mengejar Dewa Bukan Solusi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel