Berdoa Dalam Hati termasuk Sembahyang?
Februari 24, 2020
3 Comments
![]() |
| Berdoa pake bahasa Indonesia, itu termasuk sembahyang gak ya? |
Berdoa Dalam Hati
Sedikit bingung nih tentang sembahyang. Saya adalah anak rantau, yang jarang sembahyang secara keagamaan. Tetapi saya terkadang berdoa dalam hati, terkadang juga berdoa dalam bentuk nyanyian lagu Mantram Gayatri. Apakah itu bisa dikatakan Sembahyang?Berdoa Dimana Saja dengan modal Fokus
Ada lagi nih, ketika saya mencoba fokus, memenjamkan mata, membayangkan Simbol yang terdapat pada Padmasana, apakah itu adalah sembahyang?Menggunakan Bahasa Indonesia ketika Berdoa Saat Sembahyang di Pura
Lagi-lagi saya kebingungan apa yang saya ucapkan saat persembahyangan berlangsung, berdoa dalam bahasa Indonesia. Apakah itu dianggap sah?Begitu yakinnya saya sembahyang dengan mengucapkan doa dalam bahasa Indonesia.
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Ini?
Mohon maaf dengan lancang memberikan pertanyaan, hanya ingin mengetahui apakah doa dalam bahasa Indonesia dianggap sah. Apabila salah saya akan memperbaikinya.Dharma wacana dipersilahkan di kolom komentar.
Baca Juga : Cara Bergabung menjadi Penulis di Blog ini

Kalo sembahyang itu wajib sesuai aturan yg berlaku karna kita menganut Agama Hindu agar sesuai dg tatakrama dan etikanya.
BalasHapusSembahyang itu umumnya mensyukuri kebesaran Tuhan atas AnugrahNya tanpa harus berharap sesuatu. Baik trisandia maupun sembahyang di pura.
Kalo berdoa dan meditasi sifatnya sangat pribadi biasanya dibarengi dg harapan² jd ada makna yg sedikit berbeda dg melakukan sembahyang.
Semua itu akan dirasakan tatkala kita bs melakukannya dg hati yang tulus dan ikhlas maka sebagai jawabannya kita akan bs merasakan "Ketenangan dan kedamaian hati" dalam segala sitwasi.
Masalah penggunaan bahasa secara pribadi sah² saja karna tidak ada yg bs menjamin ketercapaian bahasa itu.
Tp secara tata krama Umat Hindu yg diucapkan ituisebaiknya sesuaikan dg adat dan aturan umum yg dianjurkan.begitulah kira² sbg bahan berbagi informasi.
Puja Mantra adalah salah satu kalimat atau bait doa yang terdiri dari kata-kata yang umumnya bersifat rahasia yang dipergunakan oleh seseorang pemuja untuk berkomunikasi dengan Tuhan atau sesuatu yang diyakininya. Mengapa Puja Mantra dikatakan sebagai alat untuk komunikasi, seakan pafa saat persembahyangan dengan memanjatkan Puja Mantram tertentu, telah terjadi suatu komunikasi antara umat dengan Tuhan-nya.
BalasHapusBerdoa dalam suatu persembahyangan sesungguhnya memang dapat digolongkan sebagai suatu proses komunikasi antara pemuja dengan pujaannya. Meskipun jarang kita temui terjadi kemunikasi dua arah langsung antara komunikator (pemuja) dengan komunikan (pujaannya) sebagaimana kita lihat dilakukan oleh seseorang paranormal atau orang pintar, sesungguhnya komunikasi tetap terjalin ketika masyarakat awam sedang memanjatkan doa kepada Tuhan.
Komunikasi itu bersifat rahasia, karena hanya diketahui oleh pemuja dan tuhannya. Karena sifatnya yang rahasia inilah, maka komunikasi dalam suatu persembahyangan sering kali lebih nyaman dengan memakai bahasa yang juga bersifat rahasia semacam bait-bait mantra.
MEMAHAMI ISI WEDA dan ini salah satu mantra dalam Rg weda dpt dijadikan contoh bagaimana cara mengutai kata mantra / doa: Rg Veda Mandala I Sukta 1 Mantra 1 ;
BalasHapus"Hamba mengagungkan Hyang Agni, Sang Purohita, Peneta Pendukung, Maha Agung, pemimpin upacara suci, Sang Ritvik Pendeta Utama Rg Veda, dan yang terbaik yang melimpahkan kekayaan"
Dilihat dari arti maka susunan mantra dpt dipahami demikianlah artinya.
Kemudian ada pertanyaan apakah bisa ditambah mantranya?
Tentulah kita jawab BISA krn weda univeraal dan fleksibel
Bagaimana cara menambahkan? Karena kita tidak bisa berbahasa sansekerta maka bagi orang bali yg berbahasa bali tentu menambah dengan bahasa Bali (diaebut sesontengan) dan bila kita hanya tahu bahasa indonesia tentu ditambah dengab bahasa Indonesia.
Dengan demikian mantra yg kita ucapkan semakin sempurna karna bait demi bait dapat dimengerti sehinga hatipun mengikuti dengan kusuk, tulus, bahkan ada sampai mengucurkan air mata sampai saking tulus suci terungkap dari hati yang paling dalam
Apakah hal ini bisa disebut sembahyang?
Jelas bisa karna sembahyang berasal dari dua kata "Sembah" dan "Hayang" artinya kita menyembah Hyang Widhi, krn itu pula sebutlah kata Hyang, seperti; Hyang Leluhur/kawitan, Hyang peramakwi dan yang lainnya. Semoga bermanfaat